Miliarder wanita dunia asal Australia, Gina Rinehart, memberikan
pernyataan keras kepada media dengan mengatakan kalangan kelas menengah
terlalu cemburu dengan orang-orang kaya.
Gina yang tengah
terlibat kasus hukum perebutan harta warisan ini menganggap kalangan
kelas menengah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk minum-minum,
merokok, dan bersosialisasi dibandingkan bekerja keras untuk
mengumpulkan kekayaannya.
Pengarang buku How Rich People Think,
Steve Siebold, yang telah mewawancari miliarder hampir tiga dekade
mencoba mencari tahu sesuatu yang membuat kalangan super kaya ini seolah
terpisah dengan kalangan lain.
Dikutip dari bussines Insider, perbedaan sebetulnya terletak pada uang itu sendiri. Ini adalah mengenai mentalitas.
"Kalangan
kelas menengah sering menasehati untuk bahagia dengan apa yang
dimiliki," kata Steve. "Secara keseluruhan, banyak orang yang merasa
ketakutan bila ingin berkaitan dengan uang,"
Berikut adalah 21 perbedaan cara berpikir para miliarder dan orang-orang biasa:
1.
Orang biasa menganggap uang adalah akar dari segala kejahatan. Orang
kaya berpikir kemiskinan adalah akar dari semua kejahatan
Siebold
mengatakan banyak orang yang telah dicuci otaknya dengan menganggap
orang kaya adalah kalangan beruntung atau tidak jujur. Inilah yang
menyebabkan munculnya budaya malu untuk menjadi kaya di kalangan
masyarakat berpenghasilan rendah.
"Masyarakat seluruh dunia tahu
bahwa memiliki uang memang tak menjamin kebahagiaan namun membuat hidup
lebih mudah dan lebih bisa dinikmati," kata Siebold.
2. Orang biasa menganggap egois adalah sifat buruk. Orang kaya memandang egois adalah kebajikan
"Orang
kaya keluar rumah dan membuat dirinya senang. Mereka tak berupaya untuk
berpura-berpura menyelamatkan dunia," kata Siebold.
Masalahnya
masyarakat kelas menengah memandang hal itu sebagai sesuatu yang negatif
dengan membiarkan tetangga mereka hidup dalam kemiskinan.
"Jika
anda tak menjaga diri sendiri, Anda tak dalam posisi untuk menolong
orang lain. Anda tak bisa memberikan yang tak Anda miliki,"
3. Orang biasa bermental penjudi. Orang kaya memiliki mental beraksi
Siebold
mengatakan, saat sebagian orang menunggu menemukan angka yang tepat dan
berharap meraih kekayaan, orang kaya berupaya untuk menyelesaikan
masalah.
"Para pahlawan (kelas menengah) menunggu Tuhan,
pemerintah, bos, atau pasangannya. Ini adalah cara berpikir orang
rata-rata yang menurunkan cara pendekatan ini dalam memandang hidup
padahal detik jam terus berdetak,"
4. Orang biasa
menganggap jalan menjadi kaya harus melalui pendidikan formal. Orang
kaya percaya dengan cara mengambil ilmu yang lebih spesifik
5. Orang biasa terbius dengan kejayaan masa lalu. Orang kaya bermimpi untuk masa depan
Miliarder
mendapatkan kekayaannya karena mereka bertaruh dengan dirinya dan
proyek yang dibuatnya, tujuan, dan ide-ide ke dalam masa depan yang
belum jelas.
Orang-orang yang percaya dengan kekayaan yang
pernah diperolehnya, jarang sekali menjadi kaya. Bahkan biasanya
berakhir dengan ketidakbahagiaan dan depresi.
6. Orang biasa melihat uang dengan emosi. Orang kaya melihat uang secara logis.
Ketika
mendapatkan uang, orang biasa akan mentransformasikannya menjadi sebuah
ketakutan dan didorong oleh pemikiran untuk mengubahnya menjadi masa
pensiun yang menyenangkan
Orang kaya melihat uang sebagai alat yang kritis yang menggambarkan pilihan dan peluang.
7. Orang biasa mendapat uang dari aktivitas yang tak disukai. Orang kaya mengikuti hasrat mereka
Rata-rata
orang biasa melihat orang kaya bekerja sepanjang waktu. Kalangan yang
lebih pintar berusaha untuk melakukan apa yang disukai dan mencari cara
untuk menghasilkan uang dari kecintaannya itu.
Di pihak lain, kalangan kelas menengah mendapat pekerjaan yang tak disukainya karena mereka membutuhkan uang.
8. Orang biasa menetapkan target rendah agar tak kecewa. Orang kaya meninggikan target sebagai tantangan
Psikolog
dan ahli kesehatan lain seringkali memberikan nasihat kepada pasiennya
untuk memasang target rendah dalam kehidupannya agar tak kecewa.
"Takkan ada orang yang bisa menjadi kaya dan hidup dengan impiannya tanpa memasang target besar," kata Siebold.
9.
Orang biasa percaya harus melakukan sesuatu untuk menjadi kaya. Orang
kaya percaya Anda harus menjadi sesuatu untuk menjadi kaya
Inilah
alasan mengapa orang seperti Donald Trump beranjak dari jutawan menjadi
miliarder yang berutang US$9 miliar dan kembali dengan kekayaan yang
lebih besar.
"Di saat sebagian besar orang terpaku untuk
mengerjakan dan segera mendapat hasil dari pekerjaannya, orang-orang
terkenal berupaya mempelajari dan berkembang dengan setiap pengalaman
yang dimiliki,"
10. Orang biasa percaya Anda butuh uang untuk menghasilkan uang. Orang kaya menggunakan uang milik orang lain
Siebold mengatakan orang kaya umumnya tak takut untuk menghimpun kekayaannya dari kantong orang lain.
11.
Orang biasa menilai pasar modal dikendalikan oleh logika dan strategi.
Orang kaya tahu bahwa pasar modal dikendalikan emosi dan keserakahan.
Sukses
investasi di bursa saham tak selalu hanya berdasar formula
hitung-hitungan matematika. Orang kaya justru menilai faktor utama yang
mengendalikan pasar keuangan adalah ketakutan dan keserakahan. "Mereka
memasukkan faktor ini pada perdagangan dan tren pasar modal," kata
Siebold.
Pengetahuan mengenai sifat alami manusia dan dampak overlap pada perdagangan pasar modal memberikan investor keuntungan strategis dalam membangun kekayaan lebih besar melalui leverage.
12. Orang biasa hidup di atas kebutuhan mereka, orang kaya justru sebaliknya.
Orang
kaya hidup di bawah standar kebutuhannya, bukan karena mereka cerdas.
Namun, karena mereka membuat banyak uang untuk hidup mewah di saat
mengantongi pasokan layaknya seorang raja di masa mendatang.
13. Orang biasa melatih anaknya untuk bertahan. Orang kaya melatih anaknya untuk menjadi kaya.
Kalangan
orang kaya melatih anak-anaknya sejak usia dini dengan mengenalkan
konsep berpunya dan tak berpunya. Meski banyak orang yang berpendapat
bahwa Siebold mengakui dirinya mendukung ide elitism tersebut, dia menolak pandangan itu.
"Masyarakat
selalu mengatakan orang tua mengajarkan anaknya untuk melihat ke bawah
(masyarakat yang lebih miskin). Itu tak semuanya benar," kata Siebold.
"Apa yang mereka ajarkan pada anaknya adalah melihat dunia melalui mata
yang lebih objektif."
14. Orang biasa memiliki uang yang membuatnya stres. Orang kaya mencari kedamaian pikiran dalam kekayaan.
Alasan
mengapa orang kaya mendapat kekayaan lebih banyak adalah mereka tidak
takut untuk mengakui bahwa uang bisa membuat masalah selesai.
"Kalangan menengah melihat uang sebagai kebutuhan yang tak pernah ada habisnya, sehingga harus memenuhi sepanjang hidup".
15. Orang biasa memilih terhibur daripada terdidik. Orang kaya justru sebaliknya.
Umumnya
orang-orang kaya tak banyak berinvestasi dalam bentuk pendidikan
formal. Justru yang mereka lakukan adalah belajar sepanjang waktu,
kendati masa pendidikan telah usai.
"Ketika masuk ke rumah orang
kaya, hal pertama yang Anda lihat adalah ruang perpustakaan mahal berisi
buku-buku yang telah membuat mereka menjadi sukses".
16.
Orang biasa berpikir orang kaya adalah sombong. Orang kaya hanya ingin
dikelilingi oleh golongan yang memiliki pemikiran sama.
Mentalitas
negatif dari uang yang telah meracuni kalangan kelas menengah membuat
kalangan orang kaya memilih untuk bergaul dengan masyarakat yang sama
dengan mereka.
"Orang kaya tak bisa menerima pesan mengenai kiamat dan kegelapan," kata Siebold.
17. Orang biasa fokus pada menabung. Orang kaya fokus pada pendapatan.
Siebold
berteori, kalangan orang kaya memfokuskan dirinya memikirkan cara
meraih untung dari risiko yang diambil. Langkah ini lebih dipilih
daripada menyimpan uang yang telah diterimanya.
18. Orang biasa bermain aman dengan uangnya. Orang kaya tahu kapan waktunya mengambil risiko.
19. Orang biasa senang kenyamanan. Orang kaya mencari kenyamanan dalam ketidakpastian.
Bagi
sebagian orang, dibutuhkan keberanian yang sangat besar untuk
menjadikan risiko sebagai jalan menjadi miliarder. Tantangan yang bagi
kalangan kelas menengah akan menciptakan posisi tak nyaman.
"Kenyamanan fisik, psikologis, dan emosi merupakan tujuan utama dari pemikiran kalangan kelas menengah".
20. Orang biasa tak pernah mengaitkan uang dan kesehatan. Orang kaya tahu bahwa uang bisa menyelamatkan hidup.
Di
saat sebagian besar masyarakat AS berselisih mengenai isu Obamacare dan
jaminan asuransi kesehatan perusahaan, kalangan super kaya justru
mendaftar layanan kesehatan super elite.
Orang kaya ini menjadi anggota dari asuransi yang memberikan jaminan 24 jam yang hanya bisa diakses segelintir masyarakat.
21.
Orang biasa percaya bahwa mereka harus memiliki keluarga bahagia atau
menjadi kaya. Orang kaya tahu bagaimana mendapatkan semua itu.
Ide
mengenai kekayaan akan memunculkan waktu berkumpul keluarga yang mahal,
tak lain hanya sebuah pembiaran. Orang kaya berpikir Anda bisa memiliki
semuanya jika melakukan pendekatan pada tantangan itu dengan pikiran
penuh cinta dan kekayaan.
VIVA.co.id
Kamis, 13 September 2012
Senin, 13 Agustus 2012
Jawab atas Pertanyaan Hidup
oleh: P. H.T. Burke

Berkatalah
raja kepada Daniel: “Sesungguhnyalah, Allah-mu itu Allah yang mengatasi
segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan
rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.” ~
Kitab Nabi Daniel 2:47
Apakah Tujuan Hidup?
“Carilah
dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan
ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33). “Hai manusia, telah diberitahukan
kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu:
selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati
di hadapan Allahmu?” (Mi 6:8). Kebahagiaan
sejati hanya dapat ditemukan dalam kesempurnaan hidup, kasih dan
kebenaran, yang adalah Tuhan. Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam
kekayaan material yang sementara dan tidak sempurna (Luk 12:15),
kenikmatan jasmani (Pkh 1:8), dan persahabatan manusia, melainkan hanya
dalam persabahatan yang sempurna dan abadi dengan Tuhan. “Janganlah
kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat
merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi
kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak
merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Mat
6:19-20). Kita diciptakan menurut gambar Allah (Kej 1:26) dan hanya Allah saja yang dapat memuaskan hati kita. St Agustinus berkata, “Hati kami gelisah hingga beristirahat dalam Engkau, ya Tuhan.”
Bagaimana Aku Tahu Bahwa Tuhan Ada?
Dari keagungan dan keindahan makhluk-makhluk ciptaan, dengan analogi, dapatlah diketahui Pencipta semua itu. (bdk Keb 13:1-9). “Sebab
apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan
keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia
diciptakan” (Rm 1:20).
Mengapa Tuhan Membiarkan Kejahatan Ada?
1.
Untuk menguji kita: Kita tidak tahu jawaban sepenuhnya, sebab jika
demikian maka tak akan diperlukan lagi iman atau kepercayaan kepada
Tuhan. Tuhan menunjukkan kepada kita contoh-contoh mengenai bagaimana Ia
mendatangkan yang baik dari yang jahat di masa lampau, dalam
situasi-situasi lain, agar kita percaya kepada-Nya di masa sekarang,
dalam situasi-situasi kita. “Orang yang telah percaya pada Allah akan memahami kebenaran” (Keb 3:9). “TUHAN
yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayb 1:21).
“Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau
menerima yang buruk?” (Ayb 2:10). Ayat-ayat Kitab Suci lainnya yang disarankan untuk dibaca adalah sebagai berikut: Ayb 1,2,38-42, dan 1 Ptr 4:12-18.
2. Untuk memelihara kehendak bebas: “Pada
awal mula Tuhan menjadikan manusia serta menyerahkannya kepada
keputusannya sendiri. Asal sungguh mau engkau dapat menepati hukum….
Hidup dan mati terletak di depan manusia, apa yang dipilih akan
diberikan kepadanya” (Sir 15:14-17). “Jangan
sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang
ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Gal 6:7).
3. Untuk mendatangkan yang baik dari yang jahat: “Memang
kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah
mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang
terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar”
(Kej 50:20). “Demi Aku yang hidup,
demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang
fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari
kelakuannya supaya ia hidup” (Yeh 33:11). “Sebab Anak Manusia datang
untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk 19:10). “Aku datang
bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17).
4. Untuk mendatangkan buah Penebusan: “Bukankah
Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam
kemuliaan-Nya?” (Luk 24:26). “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia
ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya
setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal” (Yoh 3:16). “Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat
terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar,
akan membenarkan banyak orang” (Yes 53:11,12).
5. Untuk menaklukkan kejahatan: “Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Rm 12:21).
6. Untuk memberikan kepada kita suatu sarana untuk ganjaran yang terlebih besar: “Barangsiapa
menang, ia akan Ku-dudukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku,
sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan BapaKu di
atas takhta-Nya” (Why 3:21, Ayb 42:10,12.).
Mengapa Berdoa Kepada Tuhan?
“Sebab
tidak dikecewakanlah mereka yang percaya pada-Mu” (Dan 3:40). “Doa
orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya”
(Yak 5;16).
Bagaimana Kita Dapat Merasakan Tuhan?
Kita merasakan Tuhan dengan membuka hati kita dan memohon kepada-Nya untuk masuk ke dalam jiwa kita dan hidup kita. “Lihat,
Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang
mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya
dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku”
(Why 3:20). “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu”
(Yak 4:8). “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik
kepada anak-anakmu, apalagi Bapa-mu yang di sorga! Ia akan memberikan
Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Luk 11:13).
Siapakah Tuhan itu?
Tuhan adalah Bapa kita (Yes 64:8).
Tuhan adalah Sahabat kita (Yoh 15:15).
Tuhan adalah Pencipta kita (Kej 1:27).
Tuhan adalah Juruselamat kita (Luk 1:47).
Tuhan adalah Penghibur kita (Yoh 15:26).
Tuhan adalah yang Mahakuasa (Luk 1:37).
Tuhan adalah yang Mahatahu (1 Sam 2:3).
Tuhan adalah yang Kekal (Mzm 90:2,4).
Tuhan adalah yang Mahabaik (Mzm 136:1).
Tuhan adalah Adil (Mzm 119:137).
Tuhan adalah Terang (1 Yoh 1:5).
Siapakah Yesus Kristus itu?
Ia adalah, “Putra Allah” (Mat 16:16).
Ia adalah, “Juruselamat dunia” (Yoh 4:42).
Ia adalah, “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29).
Ia berkata mengenai DiriNya, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yoh 11:25).
Ia berkata mengenai DiriNya, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir” (Why 21:6).
Ia berkata mengenai DiriNya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6)
Apa itu Injil?
“Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16).
“Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan
hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang
oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul” (Yes 53:11). “Aku
mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan
Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang
Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rm 1:16). “Dan sekarang,
saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku
beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh
berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang
padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu
telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah
kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa
Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari
yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri
kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia
menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus;
kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di
antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada
Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari
semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku” (1 Kor 15:1-8).
Nubuat-nubuat Utama Apakah dalam Perjanjian Lama yang Digenapi Yesus?
Ia dilahirkan dari seorang Perawan: “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki” (Yes 7:14, Mat 1:18-25).
Ia dilahirkan di Betlehem: “Tetapi
engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum
Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah
Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” (Mi
5:2, Mat 2:6).
Ia disalibkan: “Mereka menusuk tangan dan kakiku” (Mzm 22:16, Luk 23:33).
Ia bangkit pada hari ketiga: “Pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya” (Hos 6:2, Luk 24:19-23).
Apa itu Salib?
“Setiap
orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul
salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23). “Pemberitaan tentang
salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi
kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah” ( 1Kor
1:18). Salib adalah syarat bagi para pengikut Kristus.
Apa itu Pengadilan Terakhir?
“Lalu
aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di
atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan
lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil,
berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga
sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi
menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam
kitab-kitab itu. ... Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya
tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan
api itu” (Why 20:11-15).
Apa itu Surga?
“Baik
sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah
setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab
dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan
tuanmu” (Mat 25:21). “Lalu ia berkata: `Yesus, ingatlah akan aku,
apabila Engkau datang sebagai Raja.' Kata Yesus kepadanya: `Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan
Aku di dalam Firdaus.'” (Luk 23:42-43). “Lalu aku mendengar suara yang
nyaring dari takhta itu berkata: `Lihatlah, kemah Allah ada di
tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka.
Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia
akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada
lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau
dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Why
21:3-4).
sumber : “Life's Answers” Written by Rev. H.T. Burke; Father Peffley's Web Site; www.transporter.com/fatherpeffley
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.”
Minggu, 12 Agustus 2012
Tips Mengatasi Rasa Malas
Malas dapat disebut sebagai kelemahan
mental, karena virus malas menyerang bagian penting dalam pergerakan
hidup manusia, mental. Dengan mental yang kuat kita dapat bersemangat
dan optimis menghadapi hidup, tidak adanya kekuatan mental akan membuat
manusia berada dalam jurang pesimistis.
Faktor-faktor Penyebab Malas
- terlalu terbebani dengan tugas,
- tidak suka dengan pekerjaan yang ia kerjakan,
- keadaan yang tertekan,
- bawaan sejak lahir,
- terlalu banyak harapan (muluk-muluk) yang tidak dapat direalisasikan, dan lain-lain.
Berikut Adalah Beberapa Tips Untuk Mengatasi Rasa Malas:
Langkah 1: Saya Tidak Malas!
Kata
“malas” adalah kutukan. Ia memalukan, ia bukanlah Anda. Motivasi diri dan atur
pikiran Anda. Jika ada banyak hal di kepala, tetapi sulit diselesaikan, saatnya
untuk menulis semuanya di atas kertas. Tulis semua hal yang muncul di pikiran,
hal yang harus dilakukan, hal yang harus dipikirkan, dan hal-hal yang mengganggu
Anda. Anda mungkin akan sadar bahwa hal-hal itu tidaklah seburuk yang Anda duga,
dan selesaikan berdasarkan prioritas.
Langkah 2: Perhatikan Penyakit dan Makanan
Jika
stamina tubuh menurun dalam beberapa bulan, pergilah ke dokter. Ini mungkin
penyakit atau keadaan depresi. Pastikan Anda fit sebelum lanjut ke langkah
ke-3. Sebagai tambahan, sedikit perubahan pada pola makan mungkin meningkatkan
stamina secara signifikan. Anda mungkin memulainya dengan minum air 2 kali lebih banyak. Hal lainnya, dibandingkan
memulai hari dengan kopi dan kue muffin, coba sarapan dengan jus jeruk dan
sereal.
Langkah 3: Jadilah Lebih Aktif dan Buat Rencana
Pernahkan
Anda sadari bahwa kita tidak punya alasan untuk merasa malas di waktu paling
malas sekalipun? Anda tahu apa yang saya bicarakan. Anda baru saja bangun dari
tidur, dan sejak itu, hal yang Anda lakukan adalah berbaring di sofa sepanjang
hari. Tetapi, hal yang Anda inginkan adalah istirahat dan tidur. Ini sedikit
paradox, tetapi ketika tingkat aktivitas sangat rendah, level energi juga rendah.
Mulai gerakkan badan. Jika olahraga terlalu berat, setidaknya lakukan
peregangan (stretching ringan). Gunakan tangga dan banyak berjalan kaki. Bermain-mainlah
dengan anak atau anjing Anda. Tulis hal-hal yang perlu dikerjakan berdasarkan
prioritas dan susun menjadi jadwal kegiatan.
Langkah 4: Temukan Iramamu
Bereksperimenlah
dengan hidup. Coba bekerja pada waktu yang berbeda, atau pada lokasi yang lain.
Mungkin juga Anda perlu sedikit musik agar tetap fokus atau makanan kecil dan
tidur singkat di waktu tertentu.
Langkah 5: Set Alarm
Penelitian
menunjukkan orang yang bangun pagi dan tiba tepat waktu, lebih bahagia dan
produktif dari yang lainnya. Makanlah sarapan yang baik. Sarapan yang sehat
tentunya meningkatkan stamina. Coba bangun pagi, lancarkan metabolisme dengan
latihan ringan. Usahakan olahraga tiap pagi. Setelah empat hari, perbedaannya
akan terasa dan Anda akan punya energi untuk satu hari penuh.
Langkah 6: Tingkatkan Kualitas Tidur
Ketika
tidur dioptimalkan, Anda sebenarnya bisa tidur lebih pendek, tetapi mendapat
energi lebih banyak dibandingkan tidur lama. Mulailah dengan mengurangi kafein,
terutama di sore hari. Ingat, kafein tidak hanya terdapat pada kopi, tetapi
juga pada soda, teh, coklat dan yang lainnya. Selain itu, pergilah tidur saat
Anda benar-benar membutuhkannya, dan bukan hanya karena terikat jadwal.
Langkah 7: Motivasi Diri Sendiri dengan Tujuan
Apakah
Anda berbicara pada diri Anda seperti orang tua menasihati anak? Anda sekarang
sudah dewasa. Saatnya merubah cara pandang terhadap tugas dan kewajiban.
Daripada berpikir “Anda harus mengerjakan ini”, berpikirlah “Saya ingin
mengerjakan ini, karena..”. Berilah diri Anda alasan yang baik. Apakah Anda
punya tujuan tertulis? Tahukah Anda tujuan hidup Anda? Tanpa arah yang jelas,
tujuan dan sasaran yang bernilai, Anda pasti akan bosan, lelah dan tentunya
malas. Selanjutnya, Anda mungkin tenggelam ke jurang depresi.
Tips Dari Pak Mario Teguh
Waktu muda dulu,Pak Mario Teguh menjawab
Apa cara Pak Mario mengatasi rasa malas?
Saya berjalan di pasar, agar saya malu melihat
jiwa-jiwa baik yang sederhana itu bekerja keras.
Saya berjalan di kampung yang kumuh dan miskin,
agar saya serius belajar menjadi pengangkat
bagi yang masih lemah hidupnya.
Saya berjalan di kuburan,
agar saya berketetapan menjadi pribadi
yang bernilai bagi sesama
sebelum saya dibaringkan di situ.
Selasa, 10 April 2012
Dongeng Edelweiss
Edelweiss (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica,
adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan
tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m
dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak
melebihi 1 m. Tumbuhan ini bunganya sering dianggap sebagai perlambang
cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian. Mau tahu kenapa demikian? Berikut ini kisahnya.
Peri salju adalah peri
yang paling cantik di seluruh dunia. Bertahun-tahun yang lalu, dia
tinggal di pegunungan tinggi yang di sebut pegunungan Alpen. Dalam
sebuah gua besar, di puncak pegunungan paling tinggi dan diselimuti
salju abadi, di situlah istananya.
Bagian dalam
istananya serba putih. Ruang utama berdinding kaca dan terbuat dari
papan-papan es yang di haluskan. Satu bayangan akan terpantul ratusan kali, sehingga seolah-olah ada beratus-ratus orang berdiri di sana,
meskipun sesungguhnya hanya ada satu. Suara-suara akan di pantulkan
kembali oleh pilar- pilar yang membeku. Bergema, bersahut-sahutan...
mengerikan.
Para pendaki
gunung dan gembala kambing yang tinggal di lembah rela mempertaruhkan
nyawa untuk bisa melihat istana yang indah itu. Mereka yang beruntung
dapat mengagumi istana serba putih yang menakjubkan itu. Tapi mereka
yang sial, akan bertemu muka dengan peri salju sendiri.
Jika peri salju
mulai bosan dengan orang-orang yang mengaguminya, dia akan memanggil
peri- peri karang gunung. Mereka akan muncul dari celah-celah karang
dan mendorong para pengagum itu hingga jatuh terguling-guling sepanjang
lereng gunung yang curam. Pada suatu hari, seorang pemburu yang tampan
dan perkasa mendaki gunung itu, dia mendengar suara merdu peri salju di
hembus angin pegunungan.
Dia tak dapat
menahan diri untuk tidak mencari sumber suara yang mempesona itu. Siapa
gerangan yang tinggal di puncak gunung yang sunyi ini? Akhirnya dia
sampai ke istana salju dan bertemu muk dengan peri salju. Pemburu itu
langsung jatuh cinta. Tapi karena merasa dirinya orang hina, dia tak mau
melahirkan perasaannya. Pikirnya, wanita secantik itu tak mungkin
tertarik pada pemburu miskin seperti dia.
Sikapnya ini berbeda sekali dengan rayuan serta pujian yang biasa di dengar oleh peri salju, karenanya dia justru tertarik pada pemuda pemburu itu. Yah... peri salju telah jatuh cinta. Pemuda
itu diijinkan nya tinggal di istananya.
Para peri karang
gunung melihat apa yang terjadi. Mereka marah-marah. Ratu salju tidak
boleh menikah dengan orang biasa. Mereka keluar dari celah-celah karang
menangkap si pemburu dan melemparkannya ke lembah. Pemburu miskin
sepantasnya menikah dengan gadis dusun.
Setiap kali
pemburu itu berusaha mendaki kembali, peri-peri karang gunung
mencegatnya dan melemparkannya ke lembah. Mereka melemparinya dengan
batu. Mereka menggelindingkan bongkah bongkah es. Peri-peri jahat itu
selalu menggagalkan niat si pemuda untuk menemui peri salju. Akhirnya
pemuda pemberani itupun bosan mencoba. Cintanya pada peri salju
meluntur.
“aku menyia-nyiakan hidupku dengan memburu
sesuatu yang tak kan mungkin kudapat,” keluhnya.
Akhirnya dia menikah dengan gadis petani.
dengan sia- sia peri salju menantikan kedatangan kekasihnya.
“dia takkan kembali,” kata peri-peri karang
gunung menertawakannya. “bagimu itu lebih baik. Kau tak boleh menikah dengan
manusia.”
Bagaimanapun, hati
beku peri salju telah mencair. Untuk pertama kalinya, butir-butir air
mata yang hangat menitik dari matanya yang indah. Mengalir ke sela-sela
karang dan berubah menjadi bintang-bintang perak. Sekarang kita
mengenalnya sebagai bunga edelweiss, bunga yang paling indah yang tumbuh
di pegunungan Alpen.
Langganan:
Postingan (Atom)