Kamis, 13 September 2012

21 Perbedaan Cara Pikir Miliarder dan Orang Biasa

Miliarder wanita dunia asal Australia, Gina Rinehart, memberikan pernyataan keras kepada media dengan mengatakan kalangan kelas menengah terlalu cemburu dengan orang-orang kaya.

Gina yang tengah terlibat kasus hukum perebutan harta warisan ini menganggap kalangan kelas menengah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk minum-minum, merokok, dan bersosialisasi dibandingkan bekerja keras untuk mengumpulkan kekayaannya.

Pengarang buku How Rich People Think, Steve Siebold, yang telah mewawancari miliarder hampir tiga dekade mencoba mencari tahu sesuatu yang membuat kalangan super kaya ini seolah terpisah dengan kalangan lain.

Dikutip dari bussines Insider, perbedaan sebetulnya terletak pada uang itu sendiri. Ini adalah mengenai mentalitas.

"Kalangan kelas menengah sering menasehati untuk bahagia dengan apa yang dimiliki," kata Steve. "Secara keseluruhan, banyak orang yang merasa ketakutan bila ingin berkaitan dengan uang,"

Berikut adalah 21 perbedaan cara berpikir para miliarder dan orang-orang biasa:

1. Orang biasa menganggap uang adalah akar dari segala kejahatan. Orang kaya berpikir kemiskinan adalah akar dari semua kejahatan

Siebold mengatakan banyak orang yang telah dicuci otaknya dengan menganggap orang kaya adalah kalangan beruntung atau tidak jujur. Inilah yang menyebabkan munculnya budaya malu untuk menjadi kaya di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Masyarakat seluruh dunia tahu bahwa memiliki uang memang tak menjamin kebahagiaan namun membuat hidup lebih mudah dan lebih bisa dinikmati," kata Siebold.

2. Orang biasa menganggap egois adalah sifat buruk. Orang kaya memandang egois adalah kebajikan

"Orang kaya keluar rumah dan membuat dirinya senang. Mereka tak berupaya untuk berpura-berpura menyelamatkan dunia," kata Siebold.

Masalahnya masyarakat kelas menengah memandang hal itu sebagai sesuatu yang negatif dengan membiarkan tetangga mereka hidup dalam kemiskinan.

"Jika anda tak menjaga diri sendiri, Anda tak dalam posisi untuk menolong orang lain. Anda tak bisa memberikan yang tak Anda miliki,"

3. Orang biasa bermental penjudi. Orang kaya memiliki mental beraksi

Siebold mengatakan, saat sebagian orang menunggu menemukan angka yang tepat dan berharap meraih kekayaan, orang kaya berupaya untuk menyelesaikan masalah.

"Para pahlawan (kelas menengah) menunggu Tuhan, pemerintah, bos, atau pasangannya. Ini adalah cara berpikir orang rata-rata yang menurunkan cara pendekatan ini dalam memandang hidup padahal detik jam terus berdetak,"

4. Orang biasa menganggap jalan menjadi kaya harus melalui pendidikan formal. Orang kaya percaya dengan cara mengambil ilmu yang lebih spesifik

5. Orang biasa terbius dengan kejayaan masa lalu. Orang kaya bermimpi untuk masa depan

Miliarder mendapatkan kekayaannya karena mereka bertaruh dengan dirinya dan proyek yang dibuatnya, tujuan, dan ide-ide ke dalam masa depan yang belum jelas.

Orang-orang yang percaya dengan kekayaan yang pernah diperolehnya, jarang sekali menjadi kaya. Bahkan biasanya berakhir dengan ketidakbahagiaan dan depresi.

6. Orang biasa melihat uang dengan emosi. Orang kaya melihat uang secara logis. 

Ketika mendapatkan uang, orang biasa akan mentransformasikannya menjadi sebuah ketakutan dan didorong oleh pemikiran untuk mengubahnya menjadi masa pensiun yang menyenangkan

Orang kaya melihat uang sebagai alat yang kritis yang menggambarkan pilihan dan peluang.

7. Orang biasa mendapat uang dari aktivitas yang tak disukai. Orang kaya mengikuti hasrat mereka

Rata-rata orang biasa melihat orang kaya bekerja sepanjang waktu. Kalangan yang lebih pintar berusaha untuk melakukan apa yang disukai dan mencari cara untuk menghasilkan uang dari kecintaannya itu.

Di pihak lain, kalangan kelas menengah mendapat pekerjaan yang tak disukainya karena mereka membutuhkan uang.

8. Orang biasa menetapkan target rendah agar tak kecewa. Orang kaya meninggikan target sebagai tantangan

Psikolog dan ahli kesehatan lain seringkali memberikan nasihat kepada pasiennya untuk memasang target rendah dalam kehidupannya agar tak kecewa.

"Takkan ada orang yang bisa menjadi kaya dan hidup dengan impiannya tanpa memasang target besar," kata Siebold.

9. Orang biasa percaya harus melakukan sesuatu untuk menjadi kaya. Orang kaya percaya Anda harus menjadi sesuatu untuk menjadi kaya

Inilah alasan mengapa orang seperti Donald Trump beranjak dari jutawan menjadi miliarder yang berutang US$9 miliar dan kembali dengan kekayaan yang lebih besar.

"Di saat sebagian besar orang terpaku untuk mengerjakan dan segera mendapat hasil dari pekerjaannya, orang-orang terkenal berupaya mempelajari dan berkembang dengan setiap pengalaman yang dimiliki,"

10. Orang biasa percaya Anda butuh uang untuk menghasilkan uang. Orang kaya menggunakan uang milik orang lain

Siebold mengatakan orang kaya umumnya tak takut untuk menghimpun kekayaannya dari kantong orang lain.

 11. Orang biasa menilai pasar modal dikendalikan oleh logika dan strategi. Orang kaya tahu bahwa pasar modal dikendalikan emosi dan keserakahan.

Sukses investasi di bursa saham tak selalu hanya berdasar formula hitung-hitungan matematika. Orang kaya justru menilai faktor utama yang mengendalikan pasar keuangan adalah ketakutan dan keserakahan. "Mereka memasukkan faktor ini pada perdagangan dan tren pasar modal," kata Siebold.

Pengetahuan mengenai sifat alami manusia dan dampak overlap pada perdagangan pasar modal memberikan investor keuntungan strategis dalam membangun kekayaan lebih besar melalui leverage.

12. Orang biasa hidup di atas kebutuhan mereka, orang kaya justru sebaliknya.

Orang kaya hidup di bawah standar kebutuhannya, bukan karena mereka cerdas. Namun, karena mereka membuat banyak uang untuk hidup mewah di saat mengantongi pasokan layaknya seorang raja di masa mendatang.

13. Orang biasa melatih anaknya untuk bertahan. Orang kaya melatih anaknya untuk menjadi kaya.

Kalangan orang kaya melatih anak-anaknya sejak usia dini dengan mengenalkan konsep berpunya dan tak berpunya. Meski banyak orang yang berpendapat bahwa Siebold mengakui dirinya mendukung ide elitism tersebut, dia menolak pandangan itu.

"Masyarakat selalu mengatakan orang tua mengajarkan anaknya untuk melihat ke bawah (masyarakat yang lebih miskin). Itu tak semuanya benar," kata Siebold. "Apa yang mereka ajarkan pada anaknya adalah melihat dunia melalui mata yang lebih objektif."

14. Orang biasa memiliki uang yang membuatnya stres. Orang kaya mencari kedamaian pikiran dalam kekayaan.

Alasan mengapa orang kaya mendapat kekayaan lebih banyak adalah mereka tidak takut untuk mengakui bahwa uang bisa membuat masalah selesai.

"Kalangan menengah melihat uang sebagai kebutuhan yang tak pernah ada habisnya, sehingga harus memenuhi sepanjang hidup".

15. Orang biasa memilih terhibur daripada terdidik. Orang kaya justru sebaliknya.

Umumnya orang-orang kaya tak banyak berinvestasi dalam bentuk pendidikan formal. Justru yang mereka lakukan adalah belajar sepanjang waktu, kendati masa pendidikan telah usai.

"Ketika masuk ke rumah orang kaya, hal pertama yang Anda lihat adalah ruang perpustakaan mahal berisi buku-buku yang telah membuat mereka menjadi sukses".

16. Orang biasa berpikir orang kaya adalah sombong. Orang kaya hanya ingin dikelilingi oleh golongan yang memiliki pemikiran sama.

Mentalitas negatif dari uang yang telah meracuni kalangan kelas menengah membuat kalangan orang kaya memilih untuk bergaul dengan masyarakat yang sama dengan mereka.

"Orang kaya tak bisa menerima pesan mengenai kiamat dan kegelapan," kata Siebold.

17. Orang biasa fokus pada menabung. Orang kaya fokus pada pendapatan.

Siebold berteori, kalangan orang kaya memfokuskan dirinya memikirkan cara meraih untung dari risiko yang diambil. Langkah ini lebih dipilih daripada menyimpan uang yang telah diterimanya.

18. Orang biasa bermain aman dengan uangnya. Orang kaya tahu kapan waktunya mengambil risiko.

19. Orang biasa senang kenyamanan. Orang kaya mencari kenyamanan dalam ketidakpastian.

Bagi sebagian orang, dibutuhkan keberanian yang sangat besar untuk menjadikan risiko sebagai jalan menjadi miliarder. Tantangan yang bagi kalangan kelas menengah akan menciptakan posisi tak nyaman.

"Kenyamanan fisik, psikologis, dan emosi merupakan tujuan utama dari pemikiran kalangan kelas menengah".

20. Orang biasa tak pernah mengaitkan uang dan kesehatan. Orang kaya tahu bahwa uang bisa menyelamatkan hidup.

Di saat sebagian besar masyarakat AS berselisih mengenai isu Obamacare dan jaminan asuransi kesehatan perusahaan, kalangan super kaya justru mendaftar layanan kesehatan super elite.

Orang kaya ini menjadi anggota dari asuransi yang memberikan jaminan 24 jam yang hanya bisa diakses segelintir masyarakat.

21. Orang biasa percaya bahwa mereka harus memiliki keluarga bahagia atau menjadi kaya. Orang kaya tahu bagaimana mendapatkan semua itu.

Ide mengenai kekayaan akan memunculkan waktu berkumpul keluarga yang mahal, tak lain hanya sebuah pembiaran. Orang kaya berpikir Anda bisa memiliki semuanya jika melakukan pendekatan pada tantangan itu dengan pikiran penuh cinta dan kekayaan.

VIVA.co.id 

Senin, 13 Agustus 2012

Jawab atas Pertanyaan Hidup

oleh: P. H.T. Burke

Berkatalah raja kepada Daniel: “Sesungguhnyalah, Allah-mu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.” ~ Kitab Nabi Daniel 2:47


Apakah Tujuan Hidup?

“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33). “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mi 6:8). Kebahagiaan sejati hanya dapat ditemukan dalam kesempurnaan hidup, kasih dan kebenaran, yang adalah Tuhan. Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam kekayaan material yang sementara dan tidak sempurna (Luk 12:15), kenikmatan jasmani (Pkh 1:8), dan persahabatan manusia, melainkan hanya dalam persabahatan yang sempurna dan abadi dengan Tuhan. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Mat 6:19-20). Kita diciptakan menurut gambar Allah (Kej 1:26) dan hanya Allah saja yang dapat memuaskan hati kita. St Agustinus berkata, “Hati kami gelisah hingga beristirahat dalam Engkau, ya Tuhan.”     


Bagaimana Aku Tahu Bahwa Tuhan Ada?

Dari keagungan dan keindahan makhluk-makhluk ciptaan, dengan analogi, dapatlah diketahui Pencipta semua itu. (bdk Keb 13:1-9). “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan” (Rm 1:20).  


Mengapa Tuhan Membiarkan Kejahatan Ada?

1.  Untuk menguji kita: Kita tidak tahu jawaban sepenuhnya, sebab jika demikian maka tak akan diperlukan lagi iman atau kepercayaan kepada Tuhan. Tuhan menunjukkan kepada kita contoh-contoh mengenai bagaimana Ia mendatangkan yang baik dari yang jahat di masa lampau, dalam situasi-situasi lain, agar kita percaya kepada-Nya di masa sekarang, dalam situasi-situasi kita. “Orang yang telah percaya pada Allah akan memahami kebenaran” (Keb 3:9). “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayb 1:21). “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (Ayb 2:10). Ayat-ayat Kitab Suci lainnya yang disarankan untuk dibaca adalah sebagai berikut: Ayb 1,2,38-42, dan 1 Ptr 4:12-18.

2. Untuk memelihara kehendak bebas: “Pada awal mula Tuhan menjadikan manusia serta menyerahkannya kepada keputusannya sendiri. Asal sungguh mau engkau dapat menepati hukum…. Hidup dan mati terletak di depan manusia, apa yang dipilih akan diberikan kepadanya” (Sir 15:14-17). “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Gal 6:7).  

3. Untuk mendatangkan yang baik dari yang jahat: “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” (Kej 50:20). “Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup” (Yeh 33:11). “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk 19:10). “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17).

4. Untuk mendatangkan buah Penebusan: “Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” (Luk 24:26). “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). “Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang” (Yes 53:11,12).

5. Untuk menaklukkan kejahatan: “Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Rm 12:21).

6. Untuk memberikan kepada kita suatu sarana untuk ganjaran yang terlebih besar: “Barangsiapa menang, ia akan Ku-dudukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan BapaKu di atas takhta-Nya” (Why 3:21, Ayb 42:10,12.).


Mengapa Berdoa Kepada Tuhan?

“Sebab tidak dikecewakanlah mereka yang percaya pada-Mu” (Dan 3:40). “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yak 5;16).


Bagaimana Kita Dapat Merasakan Tuhan?  

Kita merasakan Tuhan dengan membuka hati kita dan memohon kepada-Nya untuk masuk ke dalam jiwa kita dan hidup kita. “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (Why 3:20). “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu” (Yak 4:8). “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapa-mu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Luk 11:13).  


Siapakah Tuhan itu?

Tuhan adalah Bapa kita (Yes 64:8).
Tuhan adalah Sahabat kita (Yoh 15:15).
Tuhan adalah Pencipta kita (Kej 1:27).
Tuhan adalah Juruselamat kita (Luk 1:47).
Tuhan adalah Penghibur kita (Yoh 15:26).
Tuhan adalah yang Mahakuasa (Luk 1:37).
Tuhan adalah yang Mahatahu (1 Sam 2:3).         
Tuhan adalah yang Kekal (Mzm 90:2,4).
Tuhan adalah yang Mahabaik (Mzm 136:1).
Tuhan adalah Adil (Mzm 119:137).
Tuhan adalah Terang (1 Yoh 1:5).


Siapakah Yesus Kristus itu?

Ia adalah, “Putra Allah” (Mat 16:16).
Ia adalah, “Juruselamat dunia” (Yoh 4:42).
Ia adalah, “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh 1:29).
Ia berkata mengenai DiriNya, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yoh 11:25).
Ia berkata mengenai DiriNya, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir” (Why 21:6).
Ia berkata mengenai DiriNya, Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6)


Apa itu Injil?

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). “Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul” (Yes 53:11). “Aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rm 1:16). “Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku” (1 Kor 15:1-8).   


Nubuat-nubuat Utama Apakah dalam Perjanjian Lama yang Digenapi Yesus?

Ia dilahirkan dari seorang Perawan: “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki” (Yes 7:14, Mat 1:18-25).
Ia dilahirkan di Betlehem: “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” (Mi 5:2, Mat 2:6).
Ia disalibkan: “Mereka menusuk tangan dan kakiku” (Mzm 22:16, Luk 23:33).  
Ia bangkit pada hari ketiga: Pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya” (Hos 6:2, Luk 24:19-23).


Apa itu Salib?

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23). “Pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah” ( 1Kor 1:18). Salib adalah syarat bagi para pengikut Kristus.


Apa itu Pengadilan Terakhir?   

“Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. ... Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Why 20:11-15).


Apa itu Surga?

“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat 25:21). “Lalu ia berkata: `Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.' Kata Yesus kepadanya: `Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.'” (Luk 23:42-43). “Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: `Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Why 21:3-4).


sumber : Life's Answers Written by Rev. H.T. Burke; Father Peffley's Web Site; www.transporter.com/fatherpeffley

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.”

Minggu, 12 Agustus 2012

Tips Mengatasi Rasa Malas

Malas dapat disebut sebagai kelemahan mental, karena virus malas menyerang bagian penting dalam pergerakan hidup manusia, mental. Dengan mental yang kuat kita dapat bersemangat dan optimis menghadapi hidup, tidak adanya kekuatan mental akan membuat manusia berada dalam jurang pesimistis.

Faktor-faktor Penyebab Malas
  • terlalu terbebani dengan tugas,
  • tidak suka dengan pekerjaan yang ia kerjakan,
  • keadaan yang tertekan,
  • bawaan sejak lahir,
  • terlalu banyak harapan (muluk-muluk) yang tidak dapat direalisasikan, dan lain-lain.

Berikut Adalah Beberapa Tips Untuk Mengatasi Rasa Malas:

Langkah 1: Saya Tidak Malas!

Kata “malas” adalah kutukan. Ia memalukan, ia bukanlah Anda. Motivasi diri dan atur pikiran Anda. Jika ada banyak hal di kepala, tetapi sulit diselesaikan, saatnya untuk menulis semuanya di atas kertas. Tulis semua hal yang muncul di pikiran, hal yang harus dilakukan, hal yang harus dipikirkan, dan hal-hal yang mengganggu Anda. Anda mungkin akan sadar bahwa hal-hal itu tidaklah seburuk yang Anda duga, dan selesaikan berdasarkan prioritas.

Langkah 2: Perhatikan Penyakit dan Makanan

Jika stamina tubuh menurun dalam beberapa bulan, pergilah ke dokter. Ini mungkin penyakit atau keadaan depresi. Pastikan Anda fit sebelum lanjut ke langkah ke-3. Sebagai tambahan, sedikit perubahan pada pola makan mungkin meningkatkan stamina secara signifikan. Anda mungkin memulainya dengan minum air 2 kali  lebih banyak. Hal lainnya, dibandingkan memulai hari dengan kopi dan kue muffin, coba sarapan dengan jus jeruk dan sereal.

Langkah 3: Jadilah Lebih Aktif dan Buat Rencana

Pernahkan Anda sadari bahwa kita tidak punya alasan untuk merasa malas di waktu paling malas sekalipun? Anda tahu apa yang saya bicarakan. Anda baru saja bangun dari tidur, dan sejak itu, hal yang Anda lakukan adalah berbaring di sofa sepanjang hari. Tetapi, hal yang Anda inginkan adalah istirahat dan tidur. Ini sedikit paradox, tetapi ketika tingkat aktivitas sangat rendah, level energi juga rendah. Mulai gerakkan badan. Jika olahraga terlalu berat, setidaknya lakukan peregangan (stretching ringan). Gunakan tangga dan banyak berjalan kaki. Bermain-mainlah dengan anak atau anjing Anda. Tulis hal-hal yang perlu dikerjakan berdasarkan prioritas dan susun menjadi jadwal kegiatan. 

Langkah 4: Temukan Iramamu

Bereksperimenlah dengan hidup. Coba bekerja pada waktu yang berbeda, atau pada lokasi yang lain. Mungkin juga Anda perlu sedikit musik agar tetap fokus atau makanan kecil dan tidur singkat di waktu tertentu.

Langkah 5: Set Alarm

Penelitian menunjukkan orang yang bangun pagi dan tiba tepat waktu, lebih bahagia dan produktif dari yang lainnya. Makanlah sarapan yang baik. Sarapan yang sehat tentunya meningkatkan stamina. Coba bangun pagi, lancarkan metabolisme dengan latihan ringan. Usahakan olahraga tiap pagi. Setelah empat hari, perbedaannya akan terasa dan Anda akan punya energi untuk satu hari penuh.

Langkah 6: Tingkatkan Kualitas Tidur

Ketika tidur dioptimalkan, Anda sebenarnya bisa tidur lebih pendek, tetapi mendapat energi lebih banyak dibandingkan tidur lama. Mulailah dengan mengurangi kafein, terutama di sore hari. Ingat, kafein tidak hanya terdapat pada kopi, tetapi juga pada soda, teh, coklat dan yang lainnya. Selain itu, pergilah tidur saat Anda benar-benar membutuhkannya, dan bukan hanya karena terikat jadwal.

Langkah 7: Motivasi Diri Sendiri dengan Tujuan

Apakah Anda berbicara pada diri Anda seperti orang tua menasihati anak? Anda sekarang sudah dewasa. Saatnya merubah cara pandang terhadap tugas dan kewajiban. Daripada berpikir “Anda harus mengerjakan ini”, berpikirlah “Saya ingin mengerjakan ini, karena..”. Berilah diri Anda alasan yang baik. Apakah Anda punya tujuan tertulis? Tahukah Anda tujuan hidup Anda? Tanpa arah yang jelas, tujuan dan sasaran yang bernilai, Anda pasti akan bosan, lelah dan tentunya malas. Selanjutnya, Anda mungkin tenggelam ke jurang depresi.  


Tips Dari Pak Mario Teguh
Waktu muda dulu,
Apa cara Pak Mario mengatasi rasa malas?
Pak Mario Teguh menjawab
Saya berjalan di pasar, agar saya malu melihat
jiwa-jiwa baik yang sederhana itu bekerja keras.

Saya berjalan di kampung yang kumuh dan miskin,
agar saya serius belajar menjadi pengangkat
bagi yang masih lemah hidupnya.

Saya berjalan di kuburan,
agar saya berketetapan menjadi pribadi
yang bernilai bagi sesama
sebelum saya dibaringkan di situ.


Selasa, 10 April 2012

Dongeng Edelweiss



Edelweiss (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan ini bunganya sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian. Mau tahu kenapa demikian? Berikut ini kisahnya.

Peri salju adalah peri yang paling cantik di seluruh dunia. Bertahun-tahun yang lalu, dia tinggal di pegunungan tinggi yang di sebut pegunungan Alpen. Dalam sebuah gua besar, di puncak pegunungan paling tinggi dan diselimuti salju abadi, di situlah istananya.
 
Bagian dalam istananya serba putih. Ruang utama berdinding kaca dan terbuat dari papan-papan es yang di haluskan. Satu bayangan akan terpantul ratusan kali, sehingga seolah-olah ada beratus-ratus orang berdiri di sana, meskipun sesungguhnya hanya ada satu. Suara-suara akan di pantulkan kembali oleh pilar- pilar yang membeku. Bergema, bersahut-sahutan... mengerikan.

Para pendaki gunung dan gembala kambing yang tinggal di lembah rela mempertaruhkan nyawa untuk bisa melihat istana yang indah itu. Mereka yang beruntung dapat mengagumi istana serba putih yang menakjubkan itu. Tapi mereka yang sial, akan bertemu muka dengan peri salju sendiri.

Peri salju ini begitu cantik sehingga siapapun yang melihatnya akan jatuh cinta kepadanya. Padahal, sebagai peri ia tak boleh menikah dengan manusia biasa. Hatinya terbuat dari es. Dingin, beku. Dia tak perduli apakah mereka yang datang ke istananya itu mengaguminya atau tidak. Dia suka sekali menyanyi. Suaranya merdu penuh pesona, bagaikan desah angin semilir diantara daun- daun cemara.

Jika peri salju mulai bosan dengan orang-orang yang mengaguminya, dia akan memanggil peri- peri karang gunung. Mereka akan muncul dari celah-celah karang dan mendorong para pengagum itu hingga jatuh terguling-guling sepanjang lereng gunung yang curam. Pada suatu hari, seorang pemburu yang tampan dan perkasa mendaki gunung itu, dia mendengar suara merdu peri salju di hembus angin pegunungan.

Dia tak dapat menahan diri untuk tidak mencari sumber suara yang mempesona itu. Siapa gerangan yang tinggal di puncak gunung yang sunyi ini? Akhirnya dia sampai ke istana salju dan bertemu muk dengan peri salju. Pemburu itu langsung jatuh cinta. Tapi karena merasa dirinya orang hina, dia tak mau melahirkan perasaannya. Pikirnya, wanita secantik itu tak mungkin tertarik pada pemburu miskin seperti dia.

Sikapnya ini berbeda sekali dengan rayuan serta pujian yang biasa di dengar oleh peri salju, karenanya dia justru tertarik pada pemuda pemburu itu. Yah... peri salju telah jatuh cinta. Pemuda
itu diijinkan nya tinggal di istananya.

Para peri karang gunung melihat apa yang terjadi. Mereka marah-marah. Ratu salju tidak boleh menikah dengan orang biasa. Mereka keluar dari celah-celah karang menangkap si pemburu dan melemparkannya ke lembah. Pemburu miskin sepantasnya menikah dengan gadis dusun.

Setiap kali pemburu itu berusaha mendaki kembali, peri-peri karang gunung mencegatnya dan melemparkannya ke lembah. Mereka melemparinya dengan batu. Mereka menggelindingkan bongkah bongkah es. Peri-peri jahat itu selalu menggagalkan niat si pemuda untuk menemui peri salju. Akhirnya pemuda pemberani itupun bosan mencoba. Cintanya pada peri salju meluntur.

“aku menyia-nyiakan hidupku dengan memburu
sesuatu yang tak kan mungkin kudapat,” keluhnya.

Akhirnya dia menikah dengan gadis petani.
dengan sia- sia peri salju menantikan kedatangan kekasihnya.

“dia takkan kembali,” kata peri-peri karang
gunung menertawakannya. “bagimu itu lebih baik. Kau tak boleh menikah dengan
manusia.”

Bagaimanapun, hati beku peri salju telah mencair. Untuk pertama kalinya, butir-butir air mata yang hangat menitik dari matanya yang indah. Mengalir ke sela-sela karang dan berubah menjadi bintang-bintang perak. Sekarang kita mengenalnya sebagai bunga edelweiss, bunga yang paling indah yang tumbuh di pegunungan Alpen.