Jika anda berkebun, apa yang anda harapkan dari biji yang kita tanam? Tentu supaya biji itu akan bertumbuh dan pada akhirnya berbuah. Pohon yang baik pasti akan menghasilkan buah. Namun demikian, pohon itu tidak akan menikmati hasil buahnya, orang yang menanam pohon itulah yang akan memetik buah yang telah masak itu untuk kemudian dimakan atau dijual.
Seperti pohon yang menghasilkan buah tapi belum tentu menikmati buah-buahnya, kita juga perlu memiliki cara pandang sama dalam melihat kehidupan kita. Mungkin kita memang sudah bekerja keras untuk mencapai dan memiliki apa yang kita punyai saat ini, mungkin kita memang sudah menghasilkan sesuatu untuk Tuhan, mungkin banyak orang telah diberkati oleh pelayanan kita. Namun, hendaknya tiap pujian dan kemuliaan itu kita kembalikan kepada Tuhan sebagai si empunya segalanya. Belajar dari kisah Yunus, seandainya lewat pelayanan kita Tuhan justru ingin memberkati orang-orang yang bahkan tidak kita sukai maka itupun adalah hak-Nya. Banyak orang jatuh saat berada di puncak suses akibat kesombongan mereka sendiri. Padahal bukankah kita hanya seperti dahan yang berbuah lebat karena melekat pada pohon?
Menurut ukuran manusia, Paulus sebagai pelayan Tuhan berhak menikmati apa yang telah selama ini lakukan untuk Tuhan. Paulus mempunyai hak untuk menuai berkat dari jemaat rintisannya. Namun Paulus justru tidak mau memegahkan diri dan tetap hidup sebagai rasul yang sederhana karena dia ingin segala hormat dan pujian hanya untuk Tuhan. Paulus bisa saja menetap di satu kota, menikah dan hidup dari persembahan jemaat. Tetapi Paulus memilih menginjil dari kota ke kota agar banyak orang dimenangkan sambil tetap bekerja mencukupi kebutuhannya sendiri (2 Tes 3:8).
Mari kita hidup dengan rendah hati sehingga kita tetap didapati setia sekalipun Tuhan mengangkat kita sangat tinggi. Gunakan segala berkat yang kita punyai saat ini untuk memberkati sesama dan jangan pernah biarkan benih-benih kesombongan tumbuh dalam hati kita.
Tuhan berhak mempergunakan kita utuk melakukan sesuatu sesuai kehendak-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar