oleh: P. H.T. Burke

Berkatalah
raja kepada Daniel: “Sesungguhnyalah, Allah-mu itu Allah yang mengatasi
segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan
rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.” ~
Kitab Nabi Daniel 2:47
Apakah Tujuan Hidup?
“Carilah
dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan
ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33). “Hai manusia, telah diberitahukan
kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu:
selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati
di hadapan Allahmu?” (Mi 6:8). Kebahagiaan
sejati hanya dapat ditemukan dalam kesempurnaan hidup, kasih dan
kebenaran, yang adalah Tuhan. Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam
kekayaan material yang sementara dan tidak sempurna (Luk 12:15),
kenikmatan jasmani (Pkh 1:8), dan persahabatan manusia, melainkan hanya
dalam persabahatan yang sempurna dan abadi dengan Tuhan. “Janganlah
kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat
merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi
kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak
merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Mat
6:19-20). Kita diciptakan menurut gambar Allah (Kej 1:26) dan hanya Allah saja yang dapat memuaskan hati kita. St Agustinus berkata, “Hati kami gelisah hingga beristirahat dalam Engkau, ya Tuhan.”
Bagaimana Aku Tahu Bahwa Tuhan Ada?
Dari keagungan dan keindahan makhluk-makhluk ciptaan, dengan analogi, dapatlah diketahui Pencipta semua itu. (bdk Keb 13:1-9). “Sebab
apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan
keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia
diciptakan” (Rm 1:20).
Mengapa Tuhan Membiarkan Kejahatan Ada?
1.
Untuk menguji kita: Kita tidak tahu jawaban sepenuhnya, sebab jika
demikian maka tak akan diperlukan lagi iman atau kepercayaan kepada
Tuhan. Tuhan menunjukkan kepada kita contoh-contoh mengenai bagaimana Ia
mendatangkan yang baik dari yang jahat di masa lampau, dalam
situasi-situasi lain, agar kita percaya kepada-Nya di masa sekarang,
dalam situasi-situasi kita. “Orang yang telah percaya pada Allah akan memahami kebenaran” (Keb 3:9). “TUHAN
yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayb 1:21).
“Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau
menerima yang buruk?” (Ayb 2:10). Ayat-ayat Kitab Suci lainnya yang disarankan untuk dibaca adalah sebagai berikut: Ayb 1,2,38-42, dan 1 Ptr 4:12-18.
2. Untuk memelihara kehendak bebas: “Pada
awal mula Tuhan menjadikan manusia serta menyerahkannya kepada
keputusannya sendiri. Asal sungguh mau engkau dapat menepati hukum….
Hidup dan mati terletak di depan manusia, apa yang dipilih akan
diberikan kepadanya” (Sir 15:14-17). “Jangan
sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang
ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Gal 6:7).
3. Untuk mendatangkan yang baik dari yang jahat: “Memang
kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah
mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang
terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar”
(Kej 50:20). “Demi Aku yang hidup,
demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang
fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari
kelakuannya supaya ia hidup” (Yeh 33:11). “Sebab Anak Manusia datang
untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk 19:10). “Aku datang
bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17).
4. Untuk mendatangkan buah Penebusan: “Bukankah
Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam
kemuliaan-Nya?” (Luk 24:26). “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia
ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya
setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal” (Yoh 3:16). “Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat
terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar,
akan membenarkan banyak orang” (Yes 53:11,12).
5. Untuk menaklukkan kejahatan: “Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Rm 12:21).
6. Untuk memberikan kepada kita suatu sarana untuk ganjaran yang terlebih besar: “Barangsiapa
menang, ia akan Ku-dudukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku,
sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan BapaKu di
atas takhta-Nya” (Why 3:21, Ayb 42:10,12.).
Mengapa Berdoa Kepada Tuhan?
“Sebab
tidak dikecewakanlah mereka yang percaya pada-Mu” (Dan 3:40). “Doa
orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya”
(Yak 5;16).
Bagaimana Kita Dapat Merasakan Tuhan?
Kita merasakan Tuhan dengan membuka hati kita dan memohon kepada-Nya untuk masuk ke dalam jiwa kita dan hidup kita. “Lihat,
Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang
mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya
dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku”
(Why 3:20). “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu”
(Yak 4:8). “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik
kepada anak-anakmu, apalagi Bapa-mu yang di sorga! Ia akan memberikan
Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Luk 11:13).
Siapakah Tuhan itu?
Tuhan adalah Bapa kita (Yes 64:8).
Tuhan adalah Sahabat kita (Yoh 15:15).
Tuhan adalah Pencipta kita (Kej 1:27).
Tuhan adalah Juruselamat kita (Luk 1:47).
Tuhan adalah Penghibur kita (Yoh 15:26).
Tuhan adalah yang Mahakuasa (Luk 1:37).
Tuhan adalah yang Mahatahu (1 Sam 2:3).
Tuhan adalah yang Kekal (Mzm 90:2,4).
Tuhan adalah yang Mahabaik (Mzm 136:1).
Tuhan adalah Adil (Mzm 119:137).
Tuhan adalah Terang (1 Yoh 1:5).
Siapakah Yesus Kristus itu?
Ia adalah, “Putra Allah” (Mat 16:16).
Ia adalah, “Juruselamat dunia” (Yoh 4:42).
Ia adalah, “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29).
Ia berkata mengenai DiriNya, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yoh 11:25).
Ia berkata mengenai DiriNya, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir” (Why 21:6).
Ia berkata mengenai DiriNya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6)
Apa itu Injil?
“Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16).
“Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan
hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang
oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul” (Yes 53:11). “Aku
mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan
Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang
Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rm 1:16). “Dan sekarang,
saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku
beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh
berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang
padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu
telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah
kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa
Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari
yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri
kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia
menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus;
kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di
antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada
Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari
semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku” (1 Kor 15:1-8).
Nubuat-nubuat Utama Apakah dalam Perjanjian Lama yang Digenapi Yesus?
Ia dilahirkan dari seorang Perawan: “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki” (Yes 7:14, Mat 1:18-25).
Ia dilahirkan di Betlehem: “Tetapi
engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum
Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah
Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” (Mi
5:2, Mat 2:6).
Ia disalibkan: “Mereka menusuk tangan dan kakiku” (Mzm 22:16, Luk 23:33).
Ia bangkit pada hari ketiga: “Pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya” (Hos 6:2, Luk 24:19-23).
Apa itu Salib?
“Setiap
orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul
salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23). “Pemberitaan tentang
salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi
kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah” ( 1Kor
1:18). Salib adalah syarat bagi para pengikut Kristus.
Apa itu Pengadilan Terakhir?
“Lalu
aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di
atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan
lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil,
berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga
sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi
menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam
kitab-kitab itu. ... Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya
tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan
api itu” (Why 20:11-15).
Apa itu Surga?
“Baik
sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah
setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab
dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan
tuanmu” (Mat 25:21). “Lalu ia berkata: `Yesus, ingatlah akan aku,
apabila Engkau datang sebagai Raja.' Kata Yesus kepadanya: `Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan
Aku di dalam Firdaus.'” (Luk 23:42-43). “Lalu aku mendengar suara yang
nyaring dari takhta itu berkata: `Lihatlah, kemah Allah ada di
tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka.
Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia
akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada
lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau
dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Why
21:3-4).
sumber : “Life's Answers” Written by Rev. H.T. Burke; Father Peffley's Web Site; www.transporter.com/fatherpeffley
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar