Selasa, 10 April 2012

Dongeng Edelweiss



Edelweiss (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan ini bunganya sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian. Mau tahu kenapa demikian? Berikut ini kisahnya.

Peri salju adalah peri yang paling cantik di seluruh dunia. Bertahun-tahun yang lalu, dia tinggal di pegunungan tinggi yang di sebut pegunungan Alpen. Dalam sebuah gua besar, di puncak pegunungan paling tinggi dan diselimuti salju abadi, di situlah istananya.
 
Bagian dalam istananya serba putih. Ruang utama berdinding kaca dan terbuat dari papan-papan es yang di haluskan. Satu bayangan akan terpantul ratusan kali, sehingga seolah-olah ada beratus-ratus orang berdiri di sana, meskipun sesungguhnya hanya ada satu. Suara-suara akan di pantulkan kembali oleh pilar- pilar yang membeku. Bergema, bersahut-sahutan... mengerikan.

Para pendaki gunung dan gembala kambing yang tinggal di lembah rela mempertaruhkan nyawa untuk bisa melihat istana yang indah itu. Mereka yang beruntung dapat mengagumi istana serba putih yang menakjubkan itu. Tapi mereka yang sial, akan bertemu muka dengan peri salju sendiri.

Peri salju ini begitu cantik sehingga siapapun yang melihatnya akan jatuh cinta kepadanya. Padahal, sebagai peri ia tak boleh menikah dengan manusia biasa. Hatinya terbuat dari es. Dingin, beku. Dia tak perduli apakah mereka yang datang ke istananya itu mengaguminya atau tidak. Dia suka sekali menyanyi. Suaranya merdu penuh pesona, bagaikan desah angin semilir diantara daun- daun cemara.

Jika peri salju mulai bosan dengan orang-orang yang mengaguminya, dia akan memanggil peri- peri karang gunung. Mereka akan muncul dari celah-celah karang dan mendorong para pengagum itu hingga jatuh terguling-guling sepanjang lereng gunung yang curam. Pada suatu hari, seorang pemburu yang tampan dan perkasa mendaki gunung itu, dia mendengar suara merdu peri salju di hembus angin pegunungan.

Dia tak dapat menahan diri untuk tidak mencari sumber suara yang mempesona itu. Siapa gerangan yang tinggal di puncak gunung yang sunyi ini? Akhirnya dia sampai ke istana salju dan bertemu muk dengan peri salju. Pemburu itu langsung jatuh cinta. Tapi karena merasa dirinya orang hina, dia tak mau melahirkan perasaannya. Pikirnya, wanita secantik itu tak mungkin tertarik pada pemburu miskin seperti dia.

Sikapnya ini berbeda sekali dengan rayuan serta pujian yang biasa di dengar oleh peri salju, karenanya dia justru tertarik pada pemuda pemburu itu. Yah... peri salju telah jatuh cinta. Pemuda
itu diijinkan nya tinggal di istananya.

Para peri karang gunung melihat apa yang terjadi. Mereka marah-marah. Ratu salju tidak boleh menikah dengan orang biasa. Mereka keluar dari celah-celah karang menangkap si pemburu dan melemparkannya ke lembah. Pemburu miskin sepantasnya menikah dengan gadis dusun.

Setiap kali pemburu itu berusaha mendaki kembali, peri-peri karang gunung mencegatnya dan melemparkannya ke lembah. Mereka melemparinya dengan batu. Mereka menggelindingkan bongkah bongkah es. Peri-peri jahat itu selalu menggagalkan niat si pemuda untuk menemui peri salju. Akhirnya pemuda pemberani itupun bosan mencoba. Cintanya pada peri salju meluntur.

“aku menyia-nyiakan hidupku dengan memburu
sesuatu yang tak kan mungkin kudapat,” keluhnya.

Akhirnya dia menikah dengan gadis petani.
dengan sia- sia peri salju menantikan kedatangan kekasihnya.

“dia takkan kembali,” kata peri-peri karang
gunung menertawakannya. “bagimu itu lebih baik. Kau tak boleh menikah dengan
manusia.”

Bagaimanapun, hati beku peri salju telah mencair. Untuk pertama kalinya, butir-butir air mata yang hangat menitik dari matanya yang indah. Mengalir ke sela-sela karang dan berubah menjadi bintang-bintang perak. Sekarang kita mengenalnya sebagai bunga edelweiss, bunga yang paling indah yang tumbuh di pegunungan Alpen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar