Edelweiss (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica,
adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan
tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m
dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak
melebihi 1 m. Tumbuhan ini bunganya sering dianggap sebagai perlambang
cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian. Mau tahu kenapa demikian? Berikut ini kisahnya.
Peri salju adalah peri
yang paling cantik di seluruh dunia. Bertahun-tahun yang lalu, dia
tinggal di pegunungan tinggi yang di sebut pegunungan Alpen. Dalam
sebuah gua besar, di puncak pegunungan paling tinggi dan diselimuti
salju abadi, di situlah istananya.
Bagian dalam
istananya serba putih. Ruang utama berdinding kaca dan terbuat dari
papan-papan es yang di haluskan. Satu bayangan akan terpantul ratusan kali, sehingga seolah-olah ada beratus-ratus orang berdiri di sana,
meskipun sesungguhnya hanya ada satu. Suara-suara akan di pantulkan
kembali oleh pilar- pilar yang membeku. Bergema, bersahut-sahutan...
mengerikan.
Para pendaki
gunung dan gembala kambing yang tinggal di lembah rela mempertaruhkan
nyawa untuk bisa melihat istana yang indah itu. Mereka yang beruntung
dapat mengagumi istana serba putih yang menakjubkan itu. Tapi mereka
yang sial, akan bertemu muka dengan peri salju sendiri.
Jika peri salju
mulai bosan dengan orang-orang yang mengaguminya, dia akan memanggil
peri- peri karang gunung. Mereka akan muncul dari celah-celah karang
dan mendorong para pengagum itu hingga jatuh terguling-guling sepanjang
lereng gunung yang curam. Pada suatu hari, seorang pemburu yang tampan
dan perkasa mendaki gunung itu, dia mendengar suara merdu peri salju di
hembus angin pegunungan.
Dia tak dapat
menahan diri untuk tidak mencari sumber suara yang mempesona itu. Siapa
gerangan yang tinggal di puncak gunung yang sunyi ini? Akhirnya dia
sampai ke istana salju dan bertemu muk dengan peri salju. Pemburu itu
langsung jatuh cinta. Tapi karena merasa dirinya orang hina, dia tak mau
melahirkan perasaannya. Pikirnya, wanita secantik itu tak mungkin
tertarik pada pemburu miskin seperti dia.
Sikapnya ini berbeda sekali dengan rayuan serta pujian yang biasa di dengar oleh peri salju, karenanya dia justru tertarik pada pemuda pemburu itu. Yah... peri salju telah jatuh cinta. Pemuda
itu diijinkan nya tinggal di istananya.
Para peri karang
gunung melihat apa yang terjadi. Mereka marah-marah. Ratu salju tidak
boleh menikah dengan orang biasa. Mereka keluar dari celah-celah karang
menangkap si pemburu dan melemparkannya ke lembah. Pemburu miskin
sepantasnya menikah dengan gadis dusun.
Setiap kali
pemburu itu berusaha mendaki kembali, peri-peri karang gunung
mencegatnya dan melemparkannya ke lembah. Mereka melemparinya dengan
batu. Mereka menggelindingkan bongkah bongkah es. Peri-peri jahat itu
selalu menggagalkan niat si pemuda untuk menemui peri salju. Akhirnya
pemuda pemberani itupun bosan mencoba. Cintanya pada peri salju
meluntur.
“aku menyia-nyiakan hidupku dengan memburu
sesuatu yang tak kan mungkin kudapat,” keluhnya.
Akhirnya dia menikah dengan gadis petani.
dengan sia- sia peri salju menantikan kedatangan kekasihnya.
“dia takkan kembali,” kata peri-peri karang
gunung menertawakannya. “bagimu itu lebih baik. Kau tak boleh menikah dengan
manusia.”
Bagaimanapun, hati
beku peri salju telah mencair. Untuk pertama kalinya, butir-butir air
mata yang hangat menitik dari matanya yang indah. Mengalir ke sela-sela
karang dan berubah menjadi bintang-bintang perak. Sekarang kita
mengenalnya sebagai bunga edelweiss, bunga yang paling indah yang tumbuh
di pegunungan Alpen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar